Berita Gambar

Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Tahunan (PPT) Desa Alusi Krawain Tahun 2027

Agenda Desa, Berita Desa, Berita Gambar

www.alusikrawain-tanimbar.desa.id

Alusi Krawain, Kamis, 1 Oktober 2026 — Pemerintah Desa Alusi Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melaksanakan Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Tahunan, Tahun 2027 sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027.

Kegiatan musyawarah dilaksanakan sebagai forum bersama antara Pemerintah Desa, BPD, pendamping desa, serta masyarakat untuk membahas arah dan prioritas pembangunan Desa Alusi Krawain Tahun 2027.

Musyawarah ini bertujuan menggali dan menampung aspirasi masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan desa, serta menentukan usulan kegiatan yang akan menjadi bahan dalam penyusunan program pembangunan desa secara partisipatif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa proses perencanaan pembangunan benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Sambutan Kepala Desa Alusi Krawain

Dalam sambutannya, Kepala Desa Alusi Krawain, Norbertus Suarlembit, menyampaikan bahwa Musyawarah Desa merupakan kesempatan penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama menentukan arah pembangunan Desa Alusi Krawain.

Kepala Desa mengajak seluruh peserta untuk mengikuti musyawarah dengan penuh tanggung jawab serta menyampaikan usulan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di desa.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, setiap usulan perlu dibahas secara terbuka dengan mempertimbangkan skala prioritas, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan pembiayaan desa.

«“Musyawarah ini merupakan ruang bagi kita semua untuk bersama-sama menentukan perencanaan pembangunan tahunan Desa Alusi Krawain Tahun 2027. Saya berharap setiap peserta dapat menyampaikan usulan dan masukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga program yang nantinya ditetapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Norbertus Suarlembit.»

Pendamping Desa Kecamatan Kormomolin Yohanis Anselmus Batmomomlin, menjelaskan bahwa SDGs Desa menjadi salah satu acuan dalam pembangunan desa yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan desa.

Selain itu, Indeks Desa menjadi salah satu instrumen untuk melihat perkembangan dan kondisi desa berdasarkan berbagai indikator pembangunan. Data dan indikator tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Alusi Krawain dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran serta selaras dengan kebutuhan dan potensi desa.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Alusi Krawain menyampaikan pokok-pokok pikiran BPD yang merupakan hasil penjaringan aspirasi dan masukan dari masyarakat Desa Alusi Krawain.
Pokok pikiran tersebut menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan desa Tahun Anggaran 2027. Aspirasi masyarakat yang telah dihimpun menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat desa.

Penyampaian pokok-pokok pikiran BPD hasil penjaringan aspirasi masyarakat.

HASIL DAN USULAN PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2027

Dalam musyawarah, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan desa.

Usulan pembangunan yang dibahas diarahkan pada beberapa bidang prioritas, antara lain:

1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Meliputi peningkatan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan desa, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta penguatan tata kelola pemerintahan desa.

2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Usulan diarahkan pada pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa serta sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan masyarakat.

3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan

Meliputi kegiatan yang mendukung kehidupan sosial kemasyarakatan, pembinaan kepemudaan, kegiatan keagamaan, kebudayaan, keamanan dan ketertiban masyarakat.

4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi ekonomi desa, penguatan kelompok masyarakat, serta kegiatan yang dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

5. Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak

Meliputi kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi desa serta ketentuan yang berlaku.

Catatan: daftar prioritas tersebut merupakan kelompok bidang pembahasan. Daftar kegiatan, lokasi, volume, dan penerima manfaat perlu disesuaikan dengan hasil kesepakatan resmi Musyawarah Desa.

PENYUSUNAN RKP DESA TAHUN 2027

Hasil Musyawarah Desa selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Alusi Krawain Tahun Anggaran 2027.

Setiap usulan akan dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat, tingkat urgensi, manfaat, kewenangan desa, serta kemampuan pembiayaan. Usulan yang menjadi prioritas akan dituangkan dalam dokumen perencanaan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Desa Alusi Krawain berharap seluruh tahapan perencanaan pembangunan dapat berjalan secara terbuka dan melibatkan masyarakat sehingga program pembangunan yang dilaksanakan pada Tahun 2027 benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan prioritas desa.

Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Desa Alusi Krawain Tahun 2027 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah desa, BPD, pendamping desa, dan seluruh masyarakat.

Melalui perencanaan yang partisipatif dan berdasarkan aspirasi masyarakat, Pemerintah Desa Alusi Krawain berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan kepada masyarakat.

Hasil musyawarah akan dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah Desa dan menjadi bahan dalam tahapan penyusunan RKP Desa Alusi Krawain Tahun Anggaran 2027.

Sumber: Pemdes Alusi Krawain

Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Tahunan (PPT) Desa Alusi Krawain Tahun 2027 Read Post »

Festival Tunas Bahasa Tanimbar Merawat Bahasa Ibu dan Melestarikan Budaya Bumi Duan Lolat

Berita Desa, Berita Gambar, Berita Terkait Lainnya

www.alusikrawain-tanimbar.desa.id

Alusi Krawain, 30 September 2026 — Desa Alusi Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi salah satu tempat pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Tanimbar pada Rabu, 30 September 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, M.KM. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Camat Kormomolin Pemerintah Desa Alusi Krawain, Kepala Sekolah SMP se Kecamatan Kormomolin, tokoh masyarakat, peserta lomba siswa/siswi sekecamat Kormomolin, serta masyarakat Desa Alusi Krawain bertempat di alun-alun Resintal Alusi Krawain

Festival Tunas Bahasa Tanimbar menjadi momentum penting untuk memperkenalkan, mengembangkan, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah serta budaya Tanimbar. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Tanimbar.

Pemerintah Desa Alusi Krawain menyambut baik pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Tanimbar serta menyampaikan apresiasi kepada Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud KKT yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Festival Tunas Bahasa Tanimbar di Desa Alusi Krawain juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, pendidik, anak-anak, dan generasi muda dalam melestarikan kekayaan bahasa dan budaya Tanimbar.

Dalam sambutannya pada kegiatan Festival Tunas Bahasa Tanimbar di Desa Alusi Krawain, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, M.KM., menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas masyarakat Tanimbar.

Sambutan Wakil Bupati Kabupten Kepulauan Tanimbar

Wakil Bupati menyampaikan pengalamannya ketika berkunjung ke berbagai desa. Ia melihat bahwa ketika dirinya menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi, masih ada masyarakat yang menjawab menggunakan bahasa Indonesia.

«“Saya lewat desa-desa masing-masing dan waktu saya bicara bahasa daerah, saya lihat orang menjawab dengan bahasa Indonesia. Saya sampai di rumah, ngomong bahasa daerah dan dijawab dengan bahasa Indonesia. Kadang saya berpikir, saya mau tahu, ajar saja.”»

Menurutnya, pembicaraan mengenai Kepulauan Tanimbar tidak hanya berkaitan dengan keindahan kain tenun, pantai, pulau-pulau, dan berbagai anugerah Tuhan lainnya. Hal yang tidak kalah penting adalah keberadaan bahasa ibu yang menjadi bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa bahasa ibu memiliki keterkaitan erat dengan bahasa adat serta berbagai bahasa daerah yang hidup di wilayah Tanimbar. Karena itu, pelestarian bahasa daerah perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam lingkungan keluarga dan di kalangan generasi muda

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa bahasa daerah menghadapi tantangan serius. Berdasarkan laporan yang ia baca, terdapat kekhawatiran bahwa dalam beberapa generasi ke depan sejumlah bahasa daerah dapat mengalami kepunahan apabila tidak terus digunakan dan diwariskan.

“Paling tinggi dua generasi lagi bahasa akan hilang,” tegasnya dalam sambutan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa setiap kosa kata dalam bahasa ibu tidak sekadar berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi mengandung nilai, pesan moral, makna, dan filosofi yang sangat dalam. Karena itu, ketika sebuah bahasa hilang, yang ikut terancam hilang bukan hanya kata-kata, tetapi juga sebagian nilai dan pengetahuan budaya yang terkandung di dalamnya.

Wakil Bupati juga menyinggung penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan adat. Menurutnya, cara masyarakat menggunakan bahasa daerah dalam konteks adat mencerminkan kesopanan, penghormatan, dan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui Festival Tunas Bahasa Tanimbar, ia mengajak masyarakat untuk terus menggunakan bahasa daerah, khususnya dalam lingkungan keluarga, serta mengajarkannya kepada anak-anak dan generasi muda.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sebuah festival, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa melestarikan bahasa ibu berarti menjaga identitas, nilai budaya, moral, dan filosofi masyarakat Tanimbar untuk generasi yang akan datang.

Sumber: Pemdes Alusi Krawain

Festival Tunas Bahasa Tanimbar Merawat Bahasa Ibu dan Melestarikan Budaya Bumi Duan Lolat Read Post »

Pemerintah Desa Alusi Menyalurkan BLT Dana Desa Kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa

Berita Desa, Berita Gambar, Berita Terkait Lainnya

www.alusikrawsin-tanimbar.desa.id

Pemerintah Desa Alusi Krawain melaksanakan kegiatan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa dalam memberikan dukungan kepada masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat.

Kegiatan penyaluran berlangsung di Desa Alusi Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Alusi Krawain, Bapak Norbertus Suarlembit, bersama perangkat desa dan 10 Keluarga Penerima Manfaat.

Dalam proses penyaluran, bantuan diberikan secara langsung kepada masing-masing KPM sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan melalui mekanisme desa. Penyaluran dilaksanakan dengan tertib dan transparan agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

Kepala Desa Alusi Krawain, Norbertus Suarlembit, menyampaikan bahwa Pemerintah Desa terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui berbagai program yang telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Beliau berharap bantuan BLT Dana Desa yang diterima dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

«“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan,” ungkap Kepala Desa Alusi Krawain.»

Sebanyak 10 KPM menerima BLT Dana Desa dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Desa juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Alusi Krawain.

Kegiatan penyaluran BLT Dana Desa berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Pemerintah Desa Alusi Krawain berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada seluruh masyarakat.

Penyaluran BLT Dana Desa diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima dan membantu meringankan kebutuhan keluarga. Pemerintah Desa Alusi Krawain akan terus berupaya melaksanakan program desa secara terbuka, tertib, dan bertanggung jawab demi terwujudnya pelayanan masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Pemerintah Desa Alusi Krawain
Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar

“Melayani Masyarakat, Membangun Desa, untuk Kesejahteraan Bersama.”

Sumber:

Pemerintah Desa Alusi Menyalurkan BLT Dana Desa Kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Read Post »

Penyuluhan dan Penerangan Hukum Serta Sosialisasi Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) di Desa Alusi Krawain Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Berita Gambar, Berita Desa

www.alusikrawain-tanimbar.desa.id

Penyuluhan dan Penerangan Hukum Bagi Kepala Desa Alusi Krawain bersama staf BPD dan Kelembagaan Desa Oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pada hari Rabu, tanggal 31 Mei Pukul 09.00 s/d 12.00 WIB di pendopo Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar, telah dilaksanakan kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar Tahun 2026 yang diikuti 35 peserta, yang terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa Alusi Krawain.

Dalam pelaksanaan Penyuluhan dan Penerangan Hukum tersebut hadir sebagai narasumber Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar, dan disampaikan materi antara lain pengelolaan BUMDes, antisipasi resiko hukum di dalam pengelolaan Dana Desa 2023 & Aset Desa, dan fungsi serta kewenangan Jaksa di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

“Kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum ini dilaksanakan sebagai upaya preventif Kejaksaan dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa dan pengelolaan dana desa & aset yang baik serta agar tidak terdapat permasalahan hukum di kemudian hari.”

Diharapkan dengan diadakannya program Penerangan dan Penyuluhan Hukum ini, Kepala Desa dan BPD serta Kelembagaan Desa dalam melakukan kegiatan terkait dana desa maupun pengelolaan aset desa tidak ada keragu-raguan melaksanakannya selama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat memajukan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat desa.

Pada hari Rabu, tanggal 17 Sseptember Pukul 09.00 s/d 12.00 WIB di Balai Desa Alusi Krawain Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar, telah dilaksanakan kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar Tahun 2026 yang diikuti 35 peserta, yang terdiri dari Kepala Desa dan BPD Perangkat Desa dan Kelembagaan di Desa Alusi Krawain

Dalam pelaksanaan Penyuluhan dan Penerangan Hukum tersebut hadir sebagai narasumber Kepala Kejaksaan Negeri  Kepulauan Tanimbar, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar.

Diharapkan dengan diadakannya program Penerangan dan Penyuluhan Hukum ini, Kepala Desa dalam melakukan kegiatan terkait dana desa maupun pengelolaan aset desa tidak ada keragu-raguan melaksanakannya selama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dapat memajukan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat desa.

Sumber:

Penyuluhan dan Penerangan Hukum Serta Sosialisasi Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) di Desa Alusi Krawain Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar Read Post »

Festifal Sanggar Budaya Lorfan Desa Alusi Krawain

Berita Desa, Agenda Desa, Berita Gambar

www.alusikrawain-tanimbar.desa.id.

Festival merupakan sarana komunikasi yang penting untuk membangun, memberdayakan, dan pengakuan suatu identitas budaya.  Karenanya, sebagai sebuah sarana komunikasi, maka sudah selayaknya sebuah event festival direncanakan melalui proses perencanaan strategis komunikasi agar dapat berjalan dengan efektif (Adrienne L. Kaeppler dalam Falassi. 1987: 23).

Komunikasi merupakan sarana untuk mensosialisasikan nilai-nilai budaya kepada masyarakatnya. Komunikasi dapat menjadi sarana transmisi budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Komunikasi menciptakan, atau membuat segala kebimbangan menjadi lebih pasti, dan bagaimanapun juga ‘budaya’ suatu kelompok dalam masyarakat menjadi ada dan terus ada karena mereka memiliki sejarah dan tradisi yang panjang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya.

 Pelestarian budaya adalah upaya untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya, nilai tradisional dengan mengembangkan perwujudan  yang bersifat dinamis, luwes dan selektif, serta menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang. Salah satu tujuan diadakannya pelestarian budaya adalah juga untuk melakukan revitalisasi budaya (penguatan).

Berkaitan dengan hal tersebut, festival budaya yang dilakukan oleh Sanggar Seni Budaya Lorfan sebagai salah satu sarana komunikasi yang merupakan salah satu sarana penting yang dapat digunakan sebagai media pelestarian budaya oleh para leluhur. Sebagai sebuah peristiwa budaya, festival memiliki warna-warni ragam dan intensitas dramatik dari berbagai aspek dinamika, seperti misalnya estetika yang dikandungnya, berbagai tanda dan makna yang melekat, “akar” sejarah serta keterlibatan para penutur aslinya. Secara kebetulan hal ini juga telah melekat dalam daya tarik nostalgia masa silam yang dikemas dalam bentuk paket-paket wisata budaya dan kini telah menarik berbagai pengunjung dari berbagai belahan bumi ini.

Kegiatan Festival Adat Timp Lornar pada tanggal 12 Agustus 2026 Bertempat di Alun-alun Desa Alusi Krawain, di hadiri oleh Kepala Balai Kebudayaan Maluku yg di wakili kepala Bidang (Bapak. Mesak Wakim), Camat Kormomolin, Kepala Alusi Krawain, BPD Rohaniawan Pastor Paroki Quasi St. Yosep Lorwembun, para Suster dan kelompok2 tari masyarakat desa Alusi Krawain.

 

Festifal Sanggar Budaya Lorfan Desa Alusi Krawain Read Post »

Fenomenal Pagelaran Budaya Tanimbar oleh Sanggar Seni Budaya LORFAN Desa Alusi Krawain

Berita Gambar, Agenda Desa, Berita Desa

Kegiatan Festival Adat Timp Lornar pada tanggal 12 Agustus 2026 Bertempat di Alun-alun Desa Alusi Krawain, di hadiri oleh Kepala Balai Kebudayaan Maluku yg di wakili kepala Bidang (Bapak. Mesak Wakim), Camat Kormomolin, Kepala Alusi Krawain, BPD Rohaniawan Pastor Paroki Quasi St. Yosep Lorwembun, para Suster dan kelompok2 tari masyarakat desa Alusi.

Fenomenal Pagelaran Budaya Tanimbar oleh Sanggar Seni Budaya LORFAN Desa Alusi Krawain Read Post »

Kegiatan Festival Budaya adalah Pagelaran dan Pelestarian Budaya Leluhur dilakukan oleh Desa Alusi Krawain

Berita Gambar, Agenda Desa, Berita Desa

www.alusikrawain-tanimbar.desa.id

Festival adalah acara perayaan meriah atau pesta rakyat yang diadakan oleh suatu komunitas untuk memperingati peristiwa penting, hari bersejarah, atau aspek khas dari budaya dan tradisi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ini memiliki dua arti utama, yaitu hari gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting serta sebuah ajang perlombaan (seperti festival film atau festival musik).
Tujuan dan Fungsi Festival
  • Melestarikan Budaya: Menjadi sarana untuk merawat dan mengenalkan tradisi lokal kepada generasi penerus.
  • Mempererat Ikatan Sosial: Menumbuhkan rasa kebersamaan dan identitas yang kuat di dalam masyarakat.
  • Menggerakkan Ekonomi:
    Menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara yang berdampak pada pariwisata.
Jenis-Jenis Festival
  • Festival Budaya & Tradisi: Perayaan adat istiadat, ritual, atau seni lokal.
  • Festival Seni & Hiburan: Pertunjukan musik, tari, teater, atau pemutaran film.
  • Festival Keagamaan: Perayaan hari besar atau ritual keagamaan suatu kaum.
  • Festival Panen: Ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah.
Sejarah dan Tradisi: Festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya Tanimbar dan menarik wisatawan local ke kawasan Desa Sejarah dan Budaya. Berbagai aktivitas seperti lomba perahu tradisional dan pertunjukan tari tradisional diadakan di sini.
Pengalaman Unik: Nikmati keindahan alam Danau Toba sambil menyaksikan pertunjukan seni yang mengagumkan. Anda juga bisa berinteraksi dengan penduduk lokal dan belajar tentang budaya Batak secara langsung.
Festival Sanggar Seni Budaya LORFAN di Desa Alusi Krawain
Festival Sanggar Seni Budaya LORFAN di Alusi Krawain adalah perayaan budaya yang melibatkan masyarakat. Festival ini baru diadakan pertama kali di bulan Agustus dan menampilkan, tarian tradisisonal, dan beberapa gerakan dengan pukulan tifa yang menarik dengan bahasa tanimbar dan bahasa fordata.
Sejarah dan Tradisi: Festival ini merayakan keberagaman budaya Papua dan merupakan kesempatan bagi suku-suku yang berbeda untuk berkumpul dan berbagi tradisi.
Pengalaman Unik: Anda dapat menyaksikan berbagai atraksi, seperti pertunjukan  tarian perang dan permainan tradisional. Ini adalah kesempatan langka untuk merasakan keindahan budaya Tanimbar.
Festival-festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga kesempatan untuk menjelajahi dan memahami keragaman Indonesia. Setiap festival menawarkan pengalaman unik yang akan memperkaya pemahaman Anda tentang tradisi dan semangat masyarakatnya. Jangan lewatkan kesempatan untuk merayakan budaya Indonesia dari Tanimbar khusus Desa Alusi Krawain!
Sumber:

Kegiatan Festival Budaya adalah Pagelaran dan Pelestarian Budaya Leluhur dilakukan oleh Desa Alusi Krawain Read Post »

Scroll to Top

Pendaratan Presiden RI Ir. Soekarno

Tak terduga dan direncanakan Pendaratan Presiden Pertama Indonesia di Desa Alusi Krawain sebagai pertanda sejarah Kunjungan Kepala Negara tanggal 04 Nopember 1958 – dilanjutkan juga Kunjungan Presiden Ir. Joko Widodo ke Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku tanggal 02 September 2022 – Sudah 2 Kali Kunjungan Kepala Negara

Travel to Alusi Krawain

Jarak : 77 Km dari titik nol Ibukota Saumlaki sedangkan dari Bandara ke Desa Alusi Krawain +/- 60 Km.

Transportasi : Mobil Rental dengan harga : Rp. 150.000, Ojek Rp. 100.000

Biaya Penginapan Homestay:  +/- Rp. 200.000

Rumah Pancasila

Rumah Pancasila adalah konsep Peninggalan Benda-benda Sejarah secara historis tersimpan dan dimiliki oleh Desa dan Keluarga… inisiasi didukung oleh Tokoh-tokoh Pemuda / Mahasiswa Katolik (PMKRI) diresmikan oleh Wakil Gubernur Maluku Abas Orno …